Keistimewaan Hidup Dengan Berzakat
Keistimewaan Hidup Dengan Berzakat
Kata zakat dalam Alquran selalu beriringan
dengan kata shalat. Ini menunjukan bahwa shalatnya orang Islam tidak ada
artinya jika dia tidak berzakat. Begitupun sebaliknya, zakatnya orang Islam
tidak bernilai jika tidak dibarengi dengan shalat.
Zakat memiliki banyak keistimewaan, hikmah
dan manfaat, baik bagi pemberi zakat (muzaki), penerima (mustahik), maupun bagi
masyarakat luas. Zakat ternyata menyimpan banyak keistimewaan terutama bagi
yang melaksanakannya dengan niat yang tulus dan ikhlas. Adapun keistimewaan
dari berzakat dapat dipahami pada penjelasan berikut:
1. Dari Segi Keimanan
- Membersihkan Diri
Dengan membayar zakat, seseorang akan
terbiasa dengan kegiatan berbagi atau kedermawanan dan terhindar dari termasuk
golongan orang kikir. Sehingga orang tersebut akan merasa dirinya lebih
bermanfaat ketika memberikan sesuatu yang berguna untuk orang lain.
- Mencapai Keimanan yang Sempurna
Rasulullah SAW bersabda, “Salah
seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia
mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR.
Bukhari: 13).
Manusia pasti membutuhkan dan mencintai
uang sebagai sesuatu yang dimiliki. Oleh karena itu, terkadang orang tidak rela
melepaskan apa yang dia cintai tanpa imbalan. Dengan membayar zakat, seseorang
akan menyadari tidak mengharapkan imbalan duniawi melainkan pahala dari Allah
SWT semata.
- Menenangkan Hati
Jika zakat dilakukan dengan ikhlas dan tanpa paksaan, maka zakat dapat
membentuk pribadi yang ikhlas dan tulus. Sehingga hati akan merasa tenang dalam
menjalani
- Pelindung di Hari Akhir
Pada saat hari kiamat, Islam mengajarkan
bahwa seluruh manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar. Seperti yang
diriwayatkan oleh Al-Bukhari, tentang salah satu dari tujuh jenis orang yang
akan berada di bawah teduh Allah SWT pada saat hari kebangkitan adalah: “Orang-orang
yang beramal dan menyembunyikannya sedemikian rupa sehingga tangan kirinya
tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kanannya.”
- Menghapus Dosa
Berzakat dapat menambah pahala dan
mengurangi atau bahkan menghapus dosa. Rasulullah SAW bersabda, “Amal
memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (Dalam HR.
At-Tirmidzi dan An-Nasaa’i).
2. Dari Segi Sosial
- Terbiasa Berbagi Rezeki
Empati saat berzakat membuat sadar bahwa
kita memiliki saudara sesama yang harus diperlakukan dengan baik, sebagaimana
kebaikan yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Allah SWT berfirman: “Dan
berbuat baiklah (kepada orang lain), sebagaimana Allah telah berbuat baik
kepadamu.”
- Melatih Sikap Merendah
Zakat merupakan kewajiban yang harus
dilakukan, tetapi bukan secara terang-terangan. Karena Allah SWT tidak menyukai
hambanya yang berhati tinggi. Seperti apa yang difirmankan oleh Rasulullah
SAW, “Amal yang diberikan secara rahasia dapat memadamkan kemurkaan
Allah SWT.” (Dalam HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban)
- Mencegah Kriminalitas
Manfaat zakat lainnya adalah mencegah
kejahatan seperti perampokan atau pencurian. Sebagian kejahatan timbul karena
tidak terpenuhinya kebutuhan dasar. Oleh karena itu, berzakat merupakan salah
satu upaya mengurangi kesulitan pemenuhan kebutuhan dasar tersebut.
3.Dari Segi Perekonomian
- Meningkatkan Rezeki
Jika seseorang mengamalkan kekayaannya,
dia akan terlindung dari penyakit dan Allah SWT akan meningkatkan kualitas
hidupnya. Seperti yang disebutkan dalam hadits: “Kekayaan tidak akan
berkurang karena amal.”
- Meningkatkan Keberkahan Harta
Zakat merupakan kunci agar harta menjadi
berkah. Harta yang berkah akan membuat pemiliknya selalu tenang. Harta berkah
tidak selalu harus banyak, tapi yang selalu ada ketika dibutuhkan dan membuat
pemiliknya selalu tenang.
Rasul SAW bersabda, “Harta tidak akan
berkurang karena sedekah (zakat) dan tidaklah Allah menambah bagi hamba yang
pemaaf kecuali kemuliaan dan tidaklah orang yang berlaku tawadhu’ karena Allah
melainkan Dia akan meninggikannya.” (HR. Muslim).
- Sarana Penyaluran Harta
Jika seseorang ingin hartanya bertambah, buatlah harta itu menjadi berkah
dengan mendapatkannya melalui cara yang halal. Lalu membelanjakannya di jalan
Allah dengan berzakat.
Allah SWT berfirman: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang yang
menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang
menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat
gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas
(kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 261)
Mari bersedekah dan berzakatdi zakatkita.org




Komentar
Posting Komentar